Sunday, November 7, 2010
TENTANG KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang menjadikan dasar, kiat,dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses, menurut Drucker(1959) kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Proses pengelolaan Sumber Daya dengan cara-cara baru dan berbeda  seperti :
1.                   Pengembangan teknologi.
2.         Penemuan pengetahuan ilmiah.
3.                   Perbaikan produk barang dan jasa yang ada.
4.         Menemukan cara-cara baru untuk medapatkan produk yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.

                Kreatifitas (creativity) adalah kemampuan mengembangakan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (thinking new things) sedangkan Inovasi (Inovation) adalah kemampuan menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (doing new things). Sesuatu yang baru dan berbeda dapat diciptakan melalui proses berfikir kretaif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah yang akn menjadi keunggulan dan keunggulan inilah yang akan menjadi daya saing, menurut  Zimmer (1996:51) sukses kewirausahaan akan tercapai apabila seseorang berfikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara yang baru.

Ciri-ciri wirausaha yang kreatif dan inovatif adalah :
1.                   Penuh percaya diri, optimis, berkomitmen, disiplin dan bertanggung jawab.
2.                   Memiliki inisiatif, penuh energy, cdkatan dalam bertindak dan aktif.
3.                   Memiliki motif berprestasi, berorientasi pada hasil dan wawasan ke depan.
4.         Memiliki jiwa kepemimpinan, berani tampil beda dan dapat di percaya dan tangguh dalam bertindak.
5.         Berani mengambil resko dengan penuh perhitungan dan menyukai tantangan.

                Proses kewirausahaan diawali dengan suatu aksioma yaitu adanya tantangan, dari tantangan tersebut muncul gagasan, kemauan, dan dorongan untuk berinisiatif yaitu, berfikir dn bertindak inovatif sehingga tantangan awala tadi teratasi dan terpecahkan.

                Fungsi dan peran wirausaha dapat dilihat melalui 2(dua) pendekatan yaitu:
1.       Secara Mikro
Wirausaha memiliki dua peran yaitu sebagai penemu (innovator) dan sebagai perencana (planner), sebagai penemu wirausaha menemukan dan meniptakan sesuatu yang baru dan sebagai perencana wirausaha berperan merancang tindakan dan usaha baru, menencanakan strategi baru dll.

2.       Secara Makro
Peran wirausaha adalah menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu Negara.
                Ide dapat menjadi peluang apabila wirausaha bersedia nelakukan evaluasi terhadap peluang secara terus menerus melalui proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda, dan seorang wirausaha tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan ada kemauan tapi tidak ada pengetahuan maka tidak akan membuat orang sukses dan juga sebaliknya. Ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha adalah :
1.    Pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki/dirintis dan lingkungan usaha yang ada.
2.    Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab.
3.    Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis
Sedangkan keterampilan yang harus dimiliki wirasusaha adalah :
1.       Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko.
2.       Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah.
3.       Keterampilan dalam memimpin dan mengelola.
4.       Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi.
5.       Keterampilan teknik usaha yang dilakukan.
Menurut  Michael Harris(2000:19) wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Dalam kewirausahaan modal tidak selalu identik dengan modal yang berwujud(tangible) seperti uang atau barang tetapi juga modal yang tidak berwujud (intangible) seperti:
1.       Modal intelektual.
2.       Modal sosial dan moral.
3.       Modal mental yang dilandasi agama.

 Secara garis besar modal kewirausahaan dapat di bagi menjadi 4(empat) jenis yaitu :
1.       Modal intelektual.
Modal intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang di sertai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, komitmen, dan tanggung jawab sebagai modal tambahan dan ide merupakan modal utama yang akan membentuk modal lainya. Kompetensi inti (core competency) adalah kreatifitas dan inovasi dalam rangka menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan dengan berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keunikan  (seperti citra).
2.       Modal sosial dan moral.
Seorang wirausaha yang baik biasanya memiliki etika wirausaha seperti :
Ø Kejujuran
Ø Memiliki integritas
Ø Menepati janji
Ø Kesetiaan
Ø Kewajaran
Ø Suka membantu orang lain
Ø Menghormati orang lain
Ø Warga Negara yang baik dan taat hukum
Ø Mengejar keunggulan dan
Ø Bertanggung jawab
3.       Modal mental yang dilandasi agama.
Modal mental adalah kesiapan berdasarkan landasan agama, diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi resiko dan tantangan.
4.       Modal Material.
Modal dalam bentuk uang atau barang, modal ini terbentuk apabila seseorang memiliki jenis-jenis modal di atas.

CARA MERINTIS USAHA BARU
Dalam duinia bisnis ada 3 (tiga) cara untuk memasuki suatu usaha /bisnis yaitu :
1.       Merintis usaha baru sejak awal
Ada beberapa yang harus di perhatikan dalam merintis usaha baru ini yaitu :
Ø Bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis
Ø Bentuk dan kepemilikan usaha yang akan dipilih
Ø Tempat usaha yang akan dipilih
Ø Organisasi usaha yang akan digunakan
Ø Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
Ø Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
Dan untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan :
Ø Perencanaan usaha
Ø Pengelolaan keuangan
Ø Aksi strategis usaha
Ø Teknik pengembangan usaha
Dan untuk merintis usaha baru sebaiknya segera dilakukan analisis kelayakan usaha seperti SWOT yaitu :
Ø Strength (analisis kekuatan)
Ø Weakness (kelemahan)
Ø Opportunity (peluang)
Ø Threat (ancaman)
2.       Membeli perusahaan yang telah ada
3.       Kerja sama manajemen atau waralaba (franchising)

                Kewirausahaan adalah suau disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai,kemampuan,dan periilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin di hadapinya. Di lihat dari perkembangannya sejak abad ke-20 keweirausahaan sudah di perkenalkan di beberapa Negara misalnya di Belanda si kenal dengan “ondernemer” dan di Jerman di kenal dengan nama “unternehmer” pada tahun 1980-an hamper 500 seklah di USA memberikan pendidikan kewirausahaan, di Indonesia pendidikan kewirausahaan mas terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu. Dalam bukunya “Reinventing Government” David Osborne dan Ted Gaebler (1992) mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini di perlukan adanya pemerintah yang berjiwa kewirausahaan karena dengan memiliki jiwa wirausaha maka birokrasi dan intuisi akan memiliki motivasi,optisme dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien, inovatif, fleksibel dan adaptif.
                Menurut Soeharto Prawirokusumo(1997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarka sebagai suatu disiplin ilmu tersendiriyang independen karena:
1.      Kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata yaitu terdapat teori, konsep dan metode ilmiah yang lengkap.
2.      Kewirausahaan memiliki dua konsep yaitu posisi pemulaan dan perkembangan usaha yang jelas tidak masuk kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
3.      Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
4.      Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

KEWIRAUSAHAAN DILIHAT DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG DAN KONTEKS
1.      Pandangan Ahli Ekonomi.
Wirausaha adalah orang yang mengobinasikan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material dan peralatan lainya untuk meningkatkan nilai yang lebh tinggi dari sebelumya.
2.      Pandangan Ahli Manajemen.
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan organisasi usaha baru (Marzuki Usman.1997:3).
3.      Pandangan Pelaku Bisnis.
Menurut scarborough dan Zimmerer (1993:5) wirausaha adalah yang menciptakan suatu bisnis baru dalam mengahdapi risiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengombinasikan sumber-sumber daya yang di perlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut Dun Steinhoff dan John F.Burgess (1993:35) pengusaha adalah orang yang mengorganisasikan, mengelola dan keberanian menanggung risiko sebuah usaha atau perusahaan.


4.      Pandangan Psikolog.
Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
5.      Pandangan Pemodal
Wirausaha adalah orang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain, menemukan cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyarakat.
KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Menurut Geoffrey G.Meredith (1996:5-6) mengemukakan cirri-ciri dan watak kewirausahaan sbb:
No
KARAKTERISTIK
WATAK
1.
Percaya diri dan Optimis
Memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain dan individualitas
2.
Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, mempunyai dorongan kuat, energy, tekun dan tabah, tekad kerja keras, serta inisiatif.
3.
Berani mengambil resiko dan menyukai tantangan
Mampu mengambil resiko yag wajar
4.
Kepemimpinan
Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik.
5.
Keorisinilan
Inovatif, kreatif dan fleksibel
6.
Berorientasi masa depan
Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan

Menurut Arthur Kuriloff dan John M.Mempil (1993:20)
No
NILAI-NILAI
PERILAKU
1.
Komitmen
Menyelesaikan tugas hingga selesai.
2.
Risiko moderat
Tidak melakukan spekulasi, melainkan berdasarkan perhitungan yang matang.
3.
Melihat peluang
Memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin.
4.
Objektivitas
Melakukan pengamatan secara nyata untuk memperoleh kejelasan.
5.
Umpan balik
Menganalisis data kinerja waktu untuk memadu kegiatan.
6.
Optimisme
Menunjukan kepercayaan diri yang besar walaupun berada dalam situasi berat.
7.
Uang
Melihat uang sebagai suatu sumber daya , bukan tujuan akhir.
8.
Manajemen proaktif
Mengelola berdasarkan perencanaan masa depan.




CIRI-CIRI UMUM KEWIRAUSAHAAN
1.       Memiliki Motif Berprestasi Tinggi
Wirausaha melakukan sesuatu hal secara tidak asal-asalan, sekalipun hal tersebut dapat dilakukan oleh orang lain.
2.       Memiliki Perspektif ke Depan
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan, apapun impian atau target kita ingat kata kunci SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Reality-based, Time-frame) yang berarti harus spesifik dan jelas , teratur, dapat dicapai, berdasarkan realitas atau kondisi kita saat ini dan memiliki jangka waktu tertentu.
3.       Memiliki Kreatifitas Tinggi
Hal-hal yang belum terfikirkan oleh orang lain sudah terfikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi permintaan, contohnya pengemasan air minum steril ke dalam botol sehingga air bias diminum langsung tanpa dimasak.
4.       Memiliki Sifat Inovasi Tinggi
Seorang wirausaha harus segera menerjemahkan mimpi-mimpinya menjadi inovasi untuk mengembangkan bisnisnya, sifat inovatif dapat ditumbuhkan dengan memahami bahwa inovasi adalah suatu contoh suatu kerja keras, terobosan dan kaizen (perbaikan yang terus menerus).
5.       Memiliki Komitmen Terhadap Pekerjaan
Menurut Sony Sugema terdapat tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses yaitu : Mimpi, Kerja keras, dan Ilmu.
6.       Memiliki Tanggung Jawab
Komitmen sangat diperlakukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggung jawab.
7.       Memiliki Kemandirian atau Ketidaktergantungan Terhadap Orang Lain
Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri.
8.       Memiliki Keberanian Menghadapi Resiko
Berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awaldalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap resiko yang akan diambil. Resiko yang diperitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Wirausaha harus bias belajar mengelola resiko dengan cara mentransfer atau berbagi resiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan lain sebagainya.
9.       Selalu Mencari Peluang
Seorang wirausaha sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu waktu.
10.   Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan dan semangat untuk mengembangkan orang-orang disekelilingnya, seorang pemimpin lebih baik tidak diukur dari berapa banyak pengikut atau pegawainya, tetapi kualitas orang-orang yang mengikutinya serta berapa banyak pemimpin baru disekelilingnya.
11.   Memiliki Kemampuan Manajerial
Kemampuan manajerial seseorang dapat dilihat dati 3 kemampuan yaitu :
·   Kemampuan teknik
·   Kemampuan pribadi/personal
·   Kemampuan emosional
12.   Memiliki Kemampuan Personal
Seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai keterampilan personal contoh :
·   Seorang pemilik toko roti dan kue harus memiliki kemampuan personal dalam membuat kue dengan berbagai macam resep.
·   Seorang pemilik bengkel harus memiliki keterampilan mereparasi kendaraan bermotor.
·   Seorang koreografer setidaknya harus menguasai beberapa tarian dari berbagai bidang yang berbeda.
NILAI-NILAI HAKIKI KEWIRAUSAHAAN
Beberapa nilai hakiki penting dari kewirausahaan yaitu :
1.       Percaya Diri
Percaya diri merupakan suatu paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan(Soesarsono Wijandi, 1988:33), kepercayaan diri ini bersifat internal, sangat relatif, dinamis, dan banyak ditentukan oleh kemampuan untuk memulai, melaksanakan, dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri merupakan landasan yang kuat untuk meningkatkan karsa dan karya seseorang, sebaliknya setiap karya yang dihasilkan akan menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri.
2.        Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan, dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan, kuat, energik dan berinisiatif, Berinisiatif artinya selalu ingin mencari dan memulai sesuatu.
3.       Keberanian Mengambil Resiko
Menurut Angelita S. Bajaro seorang wirausaha yang berani menaggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik (Yuyun Wirasasmita, 1994:2), menurut Geoffrey G.Meredith. 1996:37 wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Pilihan terhadap resiko ini sangat bergantung pada :
·    Daya tarik setiap alternatif.
·    Siap untuk mengalami kerugian.
·    Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal.
4.       Kepemimpinan
Kepemimpinan memiliki sifat-sifat sbb :
·   Kepeloporan
·   Keteladanan
·   Tampil beda
·   Mampu berfikir divergen dan konvergen
5.       Berorientasi ke Masa Depan
Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang sudah ada saat ini.
6.       Keorisinilan: Kreatifitas dan Inovasi
Wirausaha yang inovatif adalah orang yang kreatif dan yakin dengan adanya cara-cara baru yang lebih baik (Yuyun Wirasasmita, 1994:7) dengan ciri-ciri :
·   Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut  cukup baik
·   Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya
·   Selalu ingin tampil beda atau memanfaatkan perbedaan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kretifitas mengandung pengertian :
·   Penciptaan atas sesuatu yang awalnya tidak ada
·   Hasil kerja sama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara yang baru
·   Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik

BERFIKIR KREATIF DALAM KEWIRAUSAHAAN
                Menurut Zimerer(1996) untuk mengembangkan keterampilan berfikir seseorang menggunakan otak sebelah kiri sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan. Zimerer mengemukakan beberapa kidah atau kebiasaan , kewirausahaan yaitu : 
1.       Create, innovate, and activate ( ciptakan, temukan, dan aktifkan )
2.       Always be on the look out for new opportunities ( selalu mencari peluang baru )
3.       Keep it simple ( berfikir sederhana )
4.       Try it, fix it, do it ( selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya )
5.       Shoot for the top (selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin sepat mencapai sasaran)
6.       Don’t be ashamed to smart small ( jangan malu untuk memulai dari hal-hal kecil )
7.       Don’t fear failure : learn form it ( jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan )
8.       Never give up ( tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah )
9.       Go for it ( berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan )

SIKAP DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHA
                Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang di manifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Kewirausahaan mencakup sikap terbuka, bebas, pandangan yang luas, orientasi pada masa yang akan datang, perencanaan, yakin, sadar, dan hormat terhadap orang lain serta pendapatnya. Menurut Harjoso ( 1978:5) modernisasi merupakan sikap menggambarkan :
·         Keterbukaan bagi pembaruan dan perubahan
·         Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis
·         Orientasi pada masa kini dan masa depan
·         Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri
·         Keyakinan terhadap kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi
·         Anggapan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari prestasi

MOTIF BERPRESTASI KEWIRAUSAHAAN
                Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan hasrat untuk mencapai hasil terbaik guna mencapai hasil terbaik guna mencapai kepuasan pribadi (Gede Anggan Suhandana, 1980:55) factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri :
1.       Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya
2.       Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan
3.       Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
4.       Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan
5.       Menyukai dan melihat tantangan secara seimbang ( fifty-fifty )
Menurut Victor Vroom, ada tiga variable yang saling berhubungan yaitu :
1.       Attractiveness, merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan
2.       Performance-reward linkage, yaitu hubungan antara imbalan yang di peroleh dan kinerja
3.       Effort performace linkage, yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan,
Ada tiga prinsip dari teori harapan yaitu :
1.
P=f( M x A )
Prestasi (Performance-P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (motivation-M) dan kemampuan (ability-A)

2.
M=f( V1 x E )
Motivasi merupakan fungsi perrkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan harapan (expectancy-E)

1.
V2=f( V1 x I )
Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I)

                                          
Menurut Nasution (1982:26) dan Louis Allen (1986:70) ada tiga fungsi motif yaitu :
1.       Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau motor yang melepaskan enegi.
2.       Menentukan arah pembuatan ke tujuan tertentu
3.       Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus di jalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan tersebut.
Dalam Entrepreneur’s Handbook yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8) alas an mengapa seseorang menjadi wirausaha :
1.       Alasan keuangan
Untuk mencari nafkah, menjadi kaya, mencari pendapatan tambahan, dan sebagai jaminan stabilitas keuangan.
2.       Alasan sosial
Untuk memperoleh gengsi/status agar dapat di kenal dan dihormati, menjadi contoh agar dapat dicontoh oleh orang dan agar ertemu orang banyak.
3.       Alasan pelayanan
Untuk membuka lapangan pekerjaan, menatar dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
4.       Alasan pemenuhan diri
Untuk menjadi atasan/mandiri, mencapai sesuatu yang dinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, menjadi lebih produktif, dan menggunakan kemampuan pribadi.
Menurut Zimmerer (1996:3) terdapat beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan yaitu:
1.       Peluang memperoleh control atas kemampuan diri
2.       Peluang memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh
3.       Peluang memperoleh manfaat secara financial
4.       Peluang berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang.



Labels:

 
posted by IyhanQ at 12:28 PM ¤ Permalink ¤


0 Comments: